Lagi, mungkin itulah sebuah kata yang keluar dari pikiran saya saat mengetahui MotoGP kembali kehilangan salahsatu pembalap muda terbaiknya. Marco “Super Sic” Simoncelli menghembuskas nafas terakhirnya setelah 45 menit berjuang bertahan hidup setelah menghadapi insiden mengerikan di tikungan 11 seri MotoGP Sepang, Malaysia.
Insiden berawal dari melebarnya Simoncelli di tikungan 11 yang membuatnya berhasil dilalui oleh Bautista & Hayden, namun naas, motor yang ditungganginya kehilangan traksi ban yang membuatnya menikung sangat tajam ke tengah sirkuit, tepat dibelakangnya ada Edwards dan Rossi, mereka berdua terlihat berusaha menghindar, namun kecepatan motor memang sulit dikendalikan saat ditikungan membuat akhirnya Edward menghantam bagian belakang Simoncelli dan Rossi terlihat menabrak bagian kepala belakangnya.
Helm Simoncelli sampai terlepas, dan menurut penglihatan saya helm tersebut terbelah 2. Simoncelli lalu tak sadarkan diri dengan wajah penuh luka karena terseret di aspal. Medis telah berusaha selama kurang lebih 45 menit untuk menyelamatkan nyawa “Super Sic” namun takdir berkata lain, MotoGP harus kehilangan pembalap terbaiknya.
Musim lalu MotoGP kehilangan 2 pembalap muda potensial dari kelas Moto2 dan 125 cc, yaitu Peter Lenz dan Shoya Tomizawa. Selamat jalan “Super Sic”…













Posted by Abed Saragih on 15 Januari 2012 at 14:34
Wahh,,,Terima kasih untuk informasinya
Keep Blogging
http://www.disave.blogspot.com
Salam Persahabatan.
Posted by Kontraktor on 6 Desember 2011 at 09:24
sekarang hanya tinggal kenangan saja….
nice post
Posted by Dokter Anak on 26 Oktober 2011 at 08:05
woooww…