Jelang Final Liga Champions 2009,Barcelona vs MU,siapa yang terbaik ???

FergiePepNgebahas jelang Final Liga Champions 2009 yukz…laga final Manchester United vs Barcelona yang akan dihelat di stadion Olympico 27 Mei 2009 merupakan final yang menurut saya sangat ideal. Manchester United yang merupakan jawara Premiere League tahun ini menghadapi jawara La Liga tahun ini, benar-benar seimbang, sama-sama juara liga, cool.

champions-logoKalau dilihat dari segi pemain, kedua kubu memiliki pemain kelas dunia yang sangat bertalenta, MU punya C. Ronaldo, W. Rooney, D. Berbatov, Rio Ferdinand, Ryan Giggs, dll sementara Barca memiliki talenta muda Lionel Messi, striker haus gol Eto’o, Henry, didukung gelandang terbaik Iniesta dan Xavi, serta bek kelas dunia macam Alves dan Puyol membuat final ini sangat ditunggu-tunggu.

Dilihat dari segi manager, Pep Guardiola dan Sir Alex Ferguson sama-sama memiliki determinasi meraih sukses. Meskipun jarak umur mereka berbeda sekitar 29 tahun tidak menjadi alasan bagi Sir Alex untuk meremehkan Pep, Sir Alex mengantarkan Aberdeen menjuarai liga Skonlandia saat Pep berumur 9 tahun.

Buat Fergie, final Liga Champions edisi ini adalah yang ketiga sepanjang karir kepelatihannya yang sudah dimulai sejak 35 tahun lalu. Di seluruh kesempatan melaju ke partai puncak tersebut, yang selalu dilakukannya bersama Manchester United, dia lantas menuntaskan dengan menjadi juara.

Namun sebagaimana Fergie dikenal banyak para musuh dan koleganya, tak ada kata puas dan cukup buat dia. Setelah mengumpulkan lebih dari 30 tropi buat “Setan Merah”, orang Skotlandia itu punya ambisi khusus yang membuatnya ingin keluar sebagai pemenang dalam laga final, Kamis (28/5/2009) dinihari WIB lusa.

Dia ingin mempersembahkan tropi Liga Champions tahun ini buat kedua orangtuanya. Ayah dan ibu yang disebutnya telah memberi semangat dan hasrat serta keinginan untuk terus menang.

“Saya hanya berharap ayah saya masih hidup. Dia akan bangga melihat saya meraihnya,” ungkap Fergie pada wartawan pekan lalu. Alex, demikian ayah Fergie juga dipanggil, meninggal dunia saat berusia 66 tahun pada 1978. Saat itu Fergie belum meraih satupun gelar bersama Aberdeen dan kemudian MU.

“(Semangat) ini adalah sesuatu yang Anda miliki sejak lahir. Itu adalah gen Anda. Ayah saya sangat pendiam. Adalah ibu saya yang punya keinginan besar. Ayah saya seorang pekerja keras, yang kerjanya hanya membaca buku. Dia selalu membaca. Ibu saya yang menjalankan rumah,” sambung Fergie.

Jika benar mendapat gen dari kedua orang tuanya, Fergie jelas sangat beruntung. Apapun itu, yang jelas dia kini telah menjadi salah satu pelatih terbaik yang pernah ada di muka bumi dengan sederet gelar yang sudah dipersembahkan buat MU.

Titik balik perjalanan Fergie adalah saat dia mengantar MU mengakhiri penantian 26 tahun untuk menjadi juara Liga Inggris saat merengkuh titel juara tahun 1993. Sejak saat itu, sudah 11 titel juara dipersembahkan, itu belum termasuk 20 tropi major dari berbagai kompetisi.

Apa yang dialami Fergie 16 tahun lalu itu kini sedang ditapaki Pep Guardiola. Karir kepelatihan Pep memang baru seumur jagung karena dia baru musim ini menangani tim senior, menggantikan Frank Rijkaard yang kontraknya di putus musim kemarin.

Tapi dunia kemudian mengetahui kalau Pep kemudian menjelma menjadi salah satu pelatih yang mungkin bisa dimasukkan dalam daftar terbaik di Eropa. Mengantar Barca memainkan sepakbola menyerang yang atraktif, final Liga Champions akan menjadi tropi ketiga Guardiola setelah dalam dua pekan ke belakang dia sudah memenangi gelar La Liga Primera dan Copa del Rey.

“Dia punya pengalaman lebih banyak dibanding saya sebagai pelatih. Dan dia punya lebih banyak titel. Tapi saya sangat mengagumi karirnya. Dia telah membawa timnya menjadi juara. Sebuah kehormatan besar buat saya untuk bisa bermain di final bersamanya,” sahut Pep di Reuters.

Kisah sukses bersama klubnya masing-masing menjadi persamaan antara Pep dengan Fergie. Perbedaan mencolok antara keduanya adalah soal sukses saat masih aktif sebagai pesepakbola.

Raihan terbaik Fergie adalah mengantar St. Johnstone dan Falkirk menjuarai Divisi Satu Liga Skotlandia (setara Divisi Championship di Inggris). Sementara Guardiola mampu meraih 16 tropi utama berbagai kompetisi mulai dari juara La Liga (6 kali), Liga Champions (1), Copa del Rey (2) hingga Piala Super Eropa (2).

“Ini adalah pertandingan terpenting sepanjang karir saya sebagai pelatih dan pemain. Kami memiliki cara permainan kami sendiri, tapi ada gaya permainan lain yang juga bagus. Jadi kami tak merasa superior. Kami hanya akan fokus pada taktik kami,” pungkas Pep yang mengaku sangat beruntung bisa membesut Barca yang punya banyak pemain dengan skill luar biasa.
Final Liga Champion bakalan sangat menegangkan, ane 100% dukung Barcelona, btw buat postingan ini dari paragraf ke 4 sampai paragraf diatas ini jujur saya kutip dari detiksport.com, apabila anda ingin membaca berta lainnya silahkan kunjungi detiksport.com, btw buat anda-anda sekalian rekan netter yang pengen bisnis online or sekedar bantu ane, daftar di paid surveys AW.SURVEYS, kalian akan dibayar dengan dollar untuk setiap survey, info lebih lanjut kunjungi AW. Surveys aja, pendaftaran 100% gratis, atau kalau anda kurang berminat tolong melakukan pendaftaran aja (itung-itung bantu ane, he…he…) yang otomatis akan jadi refferal ane, sebagai balasannya Ucapan Terima kasih dari saya semoga keberhasilan selalu menyertai anda semua, klik DISINI jika anda ingin dapet dollar atau hanya untuk membantu saya, terima kasih lagi, CIAO.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: