Waspada kawasaki pada balita !!!

Kawasaki yang ane maksud disini bukanlah pabrikan kendaraan bermotor melainkan suatu penyakit yang bisa mengakibatkan kematian apabila tidak cepat ditangani. Penyakit kawasaki pertama kali ditemukan oleh  Tomisaku Kawasaki, penyakit ini pertama kali ditemukan tahun 1967 di Jepang, namun sejak 1995 penyakit ini sudak mulai masuk ke Indonesia.

Kawasaki

Penyakit ini rata-rata menyerang balita diatas umur 3 bulan, mungkin karena kekebalan tubuh bayi masih belum bisa melawan virus ini. Gejala penyakit ini hampir sama dengan gejala-gejala demam berdarah, yakni // <![CDATA[// demam tinggi berhari-hari. Bahkan sering juga disertai dengan bercak merah mirip campak. Kawasaki, inilah nama baru  sebagai sebutan yang diberikan kepada penyakit ini. Jangan sampai terlambat segera periksakan ke dokter jika keluarga anda ada yang menderita gejala-gejala semacam ini, sebab jika terlambat terdiagnosis dapat menyerang pembuluh darah jantung dan memicu PJK (Penyakit Jantung Koroner) di usia muda. Penyebab utama Kawasaki secara pasti belum diketahui namun ada indikasi pemicunya adalah gangguan system kekebalan tubuh yang didahului terjadinya infeksi.

Bakteri Staphyloccocus aureus  atau A. streptococci  yang banyak terdapat pada binatang tungau yang berpindah ke tubuh anak. Suhu tubuh si penderita Kawasaki bisa meningkat hingga 39˚C dan tidak mengalami penurunan suhu hingga 5 hari.. Kesulitan memang untuk mendeteksi atau memastikan gejala penyakit ini jika hanya didasarkan pada demam yang timbul, sebab kebanyakan demam memang selalu menyertakan suhu yang meningkat dalam tubuh karena terjadi infeksi. Dari data yang terkumpul mengindikasikan bahwa penyakit Kawasaki menyerang balita (80%) terbanyak (50%) usia 1-2 tahun, dan 20-70% lebih sering pada anak laki-laki. Jarang ditemukan menyerang pada anak berusia dibawah  tiga bulan. Dugaan yang timbul karena anak usia ini masih mendapat kekebalan dari ASI dari ibunya atau gejalanya masih ringan hingga tak ketahuan”, kata dr. Najib Advani, SpAK, MMed Paed, ahli jantung dari Subbag Kardiologi Anak, FKUI RSCM Jakarta. Gejala-gejalanya: Fase akut (10 hari pertama) • Demam • Mata merah • Bibir, lidah, mulut kemerahan • Bengkak kemerahan pada telapak • Kulit kemerahan • Pembesaran kelenjar getah bening leher Meskipun penyakit ini tidak menular penyakit Kawasaki kadang terjadi komplikasi radang selaput jantung, radang sendi, radang selaput otak, radang pembuluh darah khususnya pembuluh darah koroner, melebar, dan menggembung pada bagian tertentu sehingga bisa terjadi penyumbatan bagian dalam hingga aliran darah ke otot jantung terganggu. Sehingga dengan demikian penderita harus istirahat penuh. Penderita Kawasaki di Indonesia yang terungkap baru permukaannya seperti dikatakan Najib “Perkiraan saya, minimal ada 5000 kasus/tahun”.  Banyak kasus yang tidak terdeteksi di Indonesia namun setelah dirujuk ke Singapura baru terdiagnosis.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: