Prosedur perpanjang SIM

Terinspirasi dari Blog Riza Almanfaluthi, sekarang saya mau berbagi pengalaman mengenai perpanjangan SIM, suatu prosedur yang harus kita hadapi tiap 5 tahun sekali (antriannya itu lho…), berhubung saya berdomisilidi Kabupaten Purbalingga, maka saya berbagi prosedur untuk kabupaten Purbalingga, monggo yang SIM nya area Purbalingga merapat. Tapi pada dasarnya semua prosedur sama, mungkin hanya ada beberapa perbedaan yaitu lokasi (ya pasti lha… hahaha), biaya KIR mata, panjangnya antrian juga pasti beda.Yang pastinya tidak menguntungkan adalah masa berlaku SIM saya habis dimasa liburan sekolah dan liburan panjang natal dan tahun baru, otomatis antriannya jauh lebih panjang daripada hari biasa karena pastinya dimanfaatkan oleh anak-anak sekolah untuk membuat SIM. Terbukti dari sekitar 120-an orang yang antri saat itu hanya sekitar 35-an orang yang perpanjang SIM sisanya pemohon baru. Langsung aja deh ke prosedurnya.

Mohon diingat, perpanjangan SIM harus sesuai masa berlaku SIM anda, dapat diperpanjang mulai 14 hari sebelum jatuh tempo, kalau terlewat… Nikmati pengalaman membuat SIM baru lagi dengan segala tesnya, hehe…

  1. Langsung saja ke tempat tes kesehatan, jaraknya sekitar 100m dari tempat pelayanan SIM, motor parkir aja didalam area pelayanan SIM lalu jalan kaki ke tempat tes kesehatan, tempat tes mulai buka jam 07.00 WIB, siapkan KTP dan SIM asli, butuh biaya 40rb (Desember 2016), nanti akan di periksa tekanan darah, berat badan, tinggi badan dan tes buta warna.
  2. Setelah tes kesehatan langsung meluncur ke kantor kas BRI (ada didalam area pelayanan SIM) langsung ambil nomor antrian (mulai buka jam 08.00 WIB) siapkan foto kopi KTP anda, biaya perpanjangan SIM C 75rb dan untuk SIM A kalau tidak salah 80rb.
  3. Setelah selesai membayar, langsung aja masuk area pelayanan SIM, jangan lupa siapkan KTP asli anda karena akan diminta dititipkan saat akan memasuki area pelayanan.
  4. Memasuki area pelayanan langsung menuju ke loket 1, serahkan bukti pembayaran (yang sudah disatukan dengan copy KTP, surat tes sehat) dan SIM asli anda, setelah itu anda akan diberi blanko untuk diisi, langsung diisi secepatnya, karena kecepatan anda menulis akan membuat anda menyalip antrian orang yang nulisnya lambat, hehehe…
  5. Setelah selesai menulis, serahkan kembali blanko tersebut ke loket 2, jangan lupa di isikan semuanya, ditandatangani dan di cek kembali. Biasanya nanti kita akan dipanggil lagi untuk memverifikasi data.
  6. Setelah itu duduk santai, dinikmati aja antriannya, area sempit banyak orang anggap aja lagi ngantri sembako gratis, hehehe… Jangan lupa bawa cemilan biar nggak kelaperan kayak saya.
  7. Setelah menunggu mungkin sekitar 30-45 menit kita akan dipanggil untuk keruang foto, disitu kita akan diambil sidik jari (10 jari) secara digital dan tandatangan, setelah itu baru foto (jangan lupa dandan, 5 tahun kedepan foto itu nempel di SIM kita), habis itu tunggu lagi diarea tunggu deh, mungkin sekitar 30 menit kita akan dipanggil lagi untuk mengambil SIM yang sudah jadi.

Pengalaman saya diatas merupakan pengalaman kemarin tgl 28 Desember 2016, antria sangat panjang, mungkin kalau hari biasa tidak akan selama itu antriannya, yang jelas saya mulai antri tes kesehatan jam 08.00 WIB dan selesai semua prosedur sekitar pukul 11.15 WIB, dinikmati aja, toh hanya 5 tahun sekali, hehehe…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: